Banyak orang mengeluhkan masalah dalam hidupnya. Bagaimana saya bisa tahu? Ya karena puluhan bahkan ratusan DM (direct message) yang dikirim ke saya berisi masalah hidup. Saya sih senang-senang saja ya karena memang hobby saya adalah membantu orang yang menghadapi masalah. Hanya saja, sebuah DM tidak akan bisa menolong secara tuntas. Maksimalnya adalah memberikan insight atau pencerahan. Kalau si pengirim mengatakan bahwa jawaban saya dapat mencerahkan, maka saya sudah agak lega di titik itu.
Setelah mempelajari ratusan keluhan masalah followers baik yang masalah akademik maupun non-akademik, saya berkesimpulan bahwa masalah hidup sebenarnya cukup berpola dan tidak ada yang benar-benar baru ataupun rumit. Tapi masalahnya, setiap orang yang tertimpa masalah selalu merasa masalahnya paling rumit dan paling unik. Padahal tidak selalu begitu. Masalah manusia sebenarnya cukup berulang dan tidak begitu banyak variasinya. Saya coba kumpulkan dalam beberapa kluster hasilnya sebagai berikut.

Sebenarnya, jika orang mau belajar membaca dan mengidentifikasi masalah dengan pikiran yang netral dan terbuka maka mereka akan menemukan akar dari permasalahan mereka. Kemampuan untuk mengidentifikasi masalah sangatlah penting. Langkah awal untuk mengatasi masalah adalah identifikasi masalah. Seperti layaknya dokter yang hanya bisa menuliskan resep jika sudah melakukan diagnosis. Tidak bisa sembarangan.
Sayangnya orang hidup seringnya sembarangan. Masalah yang mereka hadapi hanya dilihat dari permukaan saja. Istri yang merajuk tentang suami yang jarang di rumah, belum tentu mengeluh tentang kehadiran, bisa saja mengeluh tentang kondisi ekonomu. Pacar yang marah-marah karena telat dijemput, bisa saja sedang sedih karena cemburu. Proses seperti ini kalau dalam ilmu manajemen disebut sebagai RCA (Root Cause Analysis). Tanpa RCA yang benar, maka seluruh masalah hidup akan terasa berat, kompleks dan tidak terpecahkan. Tapi jika sudah teratasi maka sesungguhnya 50% pekerjaan sudah terlaksanakan.
Tidak ada masalah yang terlalu rumit. Yang ada adalah masalah yang tidak teridentifikasi akar permasalahannya. Pertanyaan selanjutnya, mengapa banyak orang yang tidak melakukan RCA? Ada beberapa kemungkinan. Pertama, mereka tidak tahu cara melakukan RCA. Mereka sudah biasa mengabaikan masalah atau menyelesaikan masalah sesuai insting. Kedua, mereka terserang fenomena endowment effect. Fenomena endowment effect adalah efek psikologis yang membuat pengalaman kita menjadi paling unik bagi kita. Contohnya kalau ada orang tersandung batu dan jatuh maka kita akan ketawa-ketiwi. Tapi giliran kita yang tersandung batu dan jatuh di muka umum, kita akan merasakan malu yang luar biasa, rasa sakit yang menyengat dan mulai bertanya-tanya dosa apa yang telah kita perbuat. Kita merasa kejadian itu spesial dan kita ceritakan pada orang-orang terdekat kita. Endowment effect menjadikan masalah yang biasa-biasa aja menjadi luar biasa dan tampak kompleks. Kemungkinan yang ketiga, masalah kelihatan rumit karena kita terlalu banyak mendengarkan komentar negatif dari orang banyak. Misalnya kita pergi ke suatu acara dan kita salah kostum. Pertamanya kita biasa aja, tapi lama-lama jadi tidak pede karena komentar orang atau lirikan mata orang. Padahal kalau kita pede saja, salah kostum bukan masalah yang besar.
Pesan saya adalah apapun masalah anda, segera lakukan identifikasi akar masalah. Itu adalah proses troubleshooting atau RCA yang dibutuhkan untuk mengatasi separuh masalah itu. Sisanya, kita harus melakukan proses problem solving. Untuk cara problem solving akan saya tulis di kesempatan lain.

Tinggalkan komentar