Ketika saya mengatakan bahwa pendidikan tidak menjamin kesuksesan, yang saya maksud adalah kesuksesan memang tidak bisa dijamin dengan teknik apapun. Pendidikan adalah salah satu elemen untuk memperbesar peluang kesuksesan tapi sama sekali bukan faktor penjamin. Kehadirannya sebagai pengungkit peluang sudah lebih dari cukup untuk kita memberikan pembelaan kepada pendidikan, jadi tidak perlu memaksakan diri untuk mengelu-elukan pendidikan sebagai penjamin kesuksesan.
Pertanyaan selanjutnya adalah “apa itu kesuksesan?” Biasanya setelah muncul pertanyaan seperti ini akan muncul sanggahan-sanggahan lain misalnya kesuksesan kan relatif, kesuksesan kan bisa berbeda-beda untuk orang yang berbeda dan kesuksesan tidak bisa diukur secara objektif. Menurut saya sanggahan-sanggahan seperti ini wajar-wajar saja, tapi tidak menghentikan saya untuk berbicara mengenai kesuksesan dan memotivasi orang untuk sukses.
Walaupun kesuksesan sering dikatakan relatif dan tidak terukur tapi toh nyatanya kita semua sebagai umat manusia sering sepakat pada beberapa simbol kesuksesan. Banyak orang ingin mendapatkan kestabilan finansial. Banyak orang ingin memiliki hubungan yang sehat di dalam keluarga, percintaan dan pertemanan. Banyak orang ingin memiliki kehidupan spiritual yang memuaskan. Banyak orang yang ingin memiliki badan dan pikiran yang bugar. Banyak orang yang ingin cerdas dan dihormati orang disekitarnya. Secara umum, itulah yang disebut dengan sukses. Sukses tidak semisterius itu. Sukses bisa diukur. Sukses bisa dirasakan dan diverbalkan. Yang relatif mungkin ukuran dan targetnya, tapi gambaran umumnya kebanyakan orang sepakat.
Pendidikan formal dan informal secara umum juga membantu kita untuk meraih kondisi-kondisi di atas. Kita diajarkan untuk menguasai skill-skill yang membantu kita mendapatkan pekerjaan atau profesi yang memberikan kestabilan finansial. Pada lingkungan pendidikan kita diajarkan berinteraksi dengan sesama agar dapat menjadi contoh dalam hubungan percintaan, kekeluargaan dan pertemanan kita. Pada institusi pendidikan kita diberikan kurikulum agama dan olah raga. Agama untuk spiritual dan olah raga untuk kebugaran. Pendidikan juga mengajarkan kita ilmu yang bermanfaat agar kita dihormati oleh orang sekitar kita.
Berhasil atau tidaknya pendidikan mengantarkan kita pada kesuksesan tentu dipengaruhi faktor-faktor yang bervariasi. Ada faktor lingkungan. Ada faktor genetik. Ada faktor keberuntungan. Ada faktor timing. Ada faktor politik dan sosial. Tapi semua faktor itu selalu ada dan selalu mempengaruhi kondisi hidup kita. Karena faktor-faktor tersebut tidak bisa kita hindarkan dalam hidup kita maka pendidikan menjadi tambahan faktor yang tidak pernah merugikan. Jikapun pendidikan pada akhirnya tidak bisa membawa kita ke kesuksesan, maka paling tidak pendidikan dapat mencegah kita terjatuh pada jurang yang terlalu dalam.
Memang benar pendidikan tidak menjamin kesuksesan, tapi adanya pendidikan jauh lebih baik bagi umat manusia daripada tidak ada pendidikan sama sekali. Pendidikan menjadi pembeda utama antara manusia dengan spesies lain dalam melakukan transfer skill survival dari keturunan terdahulu ke keturunan selanjutnya. Bersyukurlah.

Tinggalkan komentar