Mengatasi Suara yang Melemahkan

Setiap kali kita sedang mengusahakan sesuatu atau mengejar suatu tujuan yang tinggi, selalu ada saja suara yang melemahkan. Suara yang melemahkan itu biasanya menghembuskan ketidakyakinan, keraguan, penyesalan dan ketakutan. Hal ini sangat wajar terjadi. Malah aneh juga kalau suara-suara itu tidak muncul.

Misalnya anda sedang memulai bisnis, maka akan ada suara-suara yang membuat anda ragu seperti “bagaimana jika gagal”, “bagaimana jika nanti banyak hutang”, “bagaimana nanti jika tidak laku?”, “dari mana kamu akan mendapatkan modal?” dsb. Hanya gara-gara suara seperti itu, bisa saja anda batal memulai bisnis. Contoh lainnya, anda sedang mengusahakan untuk mendapatkan beasiswa untuk berkuliah di luar negeri. Akan ada suara-suara yang melemahkan seperti,”kamu kan tidak terlalu pintar”; “saingannya kan banyak banget”; “persiapannya kan mahal”; “bahasa Inggris mu kan jelek”, dsb. Dan gara-gara suara-suara itu, anda bisa saja menyerah untuk mendapatkan beasiswa yang selalu kalian impikan.

Suara-suara yang melemahkan itu bisa datang dari siapa saja. Kadang suara itu berasal dari teman dekat atau keluarga inti kita sendiri. Biasanya suara itu berkedok nasehat atau keinginan untuk melindungi kita supaya kita tidak kecewa terhadap hidup. Kadang suara yang melemahkan itu datang dari haters kita. Mereka menyelipkan kata-kata beracun di komen atau DM kita. Kadang mereka sekadar iseng, tapi jiwa baper kita memikirkan komen-komen itu dengan terlalu serius. Setiap kali kita mengejar mimpi yang mulia, maka akan lebih banyak masukan yang menggembosi daripada yang mendukung. Mulai sekarang biasakan dengan fenomena ini.

Yang harus diwaspadai oleh kita semua adalah, suara-suara melemahkan itu tidak hanya datang dari luar diri kita tapi juga datang dari dalam diri kita. Aneh juga kan. Kita menjadi bajak laut dari kapal besar yang membawa kita pada mimpi kita. Bahkan, suara dari dalam ini lebih mematikan daripada suara dari luar. Kita bisa melewatkan mimpi hanya gara-gara dibajak oleh diri sendiri.

Lima belas tahun yang lalu saya mengikuti seminar di kampus saya sendiri. Seminar itu diikuti oleh peserta dari kampus-kampus lain juga. Posisi saya waktu itu sudah lulus kuliah dan saya bekerja menjadi guru honorer. Ada salah satu peserta wanita dalam seminar itu yang memikat mata saya dan saya sudah memperhatikan dia selama berjam-jam. Saya ingin mengajak bicara tapi suara di dalam diri saya mengatakan “dia terlalu cantik”; “kamu tidak pantas untuknya”; “nanti kalau kamu ditolak, kamu malu sendiri”; dsb. Saya hampir membatalkan niat saya. Untung setelah acara selesai, saya memberanikan diri untuk menyapa dan kenalan. Beberapa bulan setelah seminar itu dia menjadi istri saya (dan sampai sekarang masih mendampingi saya sebagai istri).

Hampir saja, saya dulu dicegah untuk menggapai mimpi saya oleh suara yang melemahkan. Suara itu datang dari dalam diri saya sendiri. Dari pengalaman itu saya mengembangkan beberapa teknik untuk mengatasi suara-suara melemahkan baik dari dalam diri saya sendiri maupun dari luar diri saya. Teknik itu adalah sebagai berikut:

  1. Pahamilah bahwa suara-suara yang melemahkan ada reaksi yang wajar dari orang lain atau bahkan diri sendiri. Jangan terkejut jika suara itu muncul.
  2. Suara-suara itu adalah bentuk mekanisme bertahan hidup. Seperti saat kita mendekati jurang, maka akan ada suara internal yang mengatakan “jangan dekat-dekat jurang, nanti kamu jatuh dan mati”. Suara eksternal juga akan mengatakan hal yang sama.
  3. Sebuah tujuan besar mengandung risiko besar, maka wajar suara internal dan eksternal akan membunyikan alarm yang sama.
  4. Mulai ukur risiko dari usaha meraih mimpi kita. Apakah usaha itu akan membahayakan nyawa kita? Apakah usaha itu akan menyakiti kita secara fisik? Apakah usaha itu akan menghancurkan kondisi psikologis kita? Jika jawabannya tidak, maka lanjutkan saja.
  5. Banyak risiko-risiko ringan yang tampak berat. Misal risiko malu karena tampak gagal dan tampak bodoh di depan umum. Risiko itu tampak berat tapi sebenarnya tidak ada bahayanya sama sekali. Kita tidak akan belajar apapun jika kita masih terikat rasa malu yang tidak beralasan.
  6. Katakan pada diri kita, “usaha kali ini akan berhasil dan jika gagal maka tinggal dicoba lagi, di bidang yang sama atau di bidang yang lain”
  7. Gunakan rumus 10%. Dari 10 kali percobaan kita untuk mencapai sesuatu akan ada 9 yang hasilnya zonk dan akan ada 1 yang berhasil. Jadi gagal sekali atau dua kali adalah hal yang biasa saja.

Itulah teknik yang saya gunakan untuk mengatasi suara-suara yang melemahkan baik dari dalam diri atau luar diri. Perubahan cara pandang anda terhadap suara-suara ini akan memberikan kontribusi yang nyata pada kesuksesan anda di masa depan. Selamat mencoba.

Tinggalkan komentar