Rasa Bosan adalah Berkah. Kok Bisa?

Hidup di tengah gempuran hiburan media digital, kita terbiasa untuk selalu merasa terstimulasi. Kita asyik nonton film, video pendek dan membaca komik digital. Ketika kita mulai bosan, kita beralih ke game online atau media sosial. Jika kita bosan, masih ada hiburan dalam bentuk yang lain. Sky is your limit kalau kata orang sekarang.

Kita memperlakukan rasa bosan seakan-akan sebagai musuh yang harus disingkirkan. Padahal segala jenis emosi yang tercipta di dalam otak kita, pasti memiliki fungsi survival. Misal rasa marah, akan membuat kita menjadi lebih kuat dan menyingkirkan lawan yang membahayakan hidup kita. Rasa cemburu, membuat kita menjadi lebih perhatian pada orang yang kita sayangi. Rasa takut, akan menghindarkan kita dari marabahaya. Demikian juga rasa bosan, juga memiliki fungsi.

Rasa bosan memiliki fungsi survival dan pernyataan itu memang terasa sangat janggal. Rasa bosan kan tidak menarik dan “membosankan”. Tapi banyak penelitian menunjukkan bahwa jika kita bisa melatih diri menghadapi rasa bosan maka kita bisa mendapatkan keuntungan berlipat dalam hidup kita.

Manfaat yang pertama dari rasa bosan adalah kemampuan kita untuk menguasai keahlian baru. Banyak sekali keahlian baru yang harus dikuasai melalui pengulangan-pengulangan. Kita hanya bisa menguasai keahlian baru melalui latihan dan pengulangan beribu jam. Pengulangan tersebut sangat membosankan. Orang yang sudah terbiasa menyerah pada kebosanan jarang sukses menguasai skil baru. Les nyanyi baru dua pertemuan sudah bosan. Latihan karate 1 pertemuan sudah mengeluh kesakitan dan malas. Inilah yang didapat ketika kita tidak mampu mengalahkan rasa bosan.

Kerugian yang kedua jika kita selalu berusaha untuk membunuh rasa bosan adalah kita menjadi kecanduan endofin. Endorfin adalah hormon yang diproduksi oleh otak saat kita berbelanja, berolahraga, makan atau melakukan hubungan seksual. Hormon yang sama dihasilkan dari main game, mendapat like di Instagram, menonton video lucu dan mendengarkan gosip menarik. Sayangnya hormon yang sama juga dihasilkan juga melalui obat-obatan terlarang. Jika otak kita selalu dibanjiri endorfin maka dosisnya akan terus bertambah dan kesenangan yang kita dapat sebelumnya tidak akan memuaskan diri kita saat ini. Oleh karena itu rasa bosan dibutuhkan untuk silent period. Agar otak kita diberikan waktu untuk detoksifikasi. Otak tidak harus distimulasi terus menerus agar tidak kecanduan endorfin yang pada tahap yang kronis membuat kita tidak mampu lagi merasakan kebahagiaan dengan cara yang sederhana.

Tuh kan? Ternyata rasa bosan ada gunanya. Jadi jika suatu saat anda merasa bosan, nikmatilah kebosanan itu sebagai proses healing otak kita agar tidak kecanduan endorfin. Jika artikel ini memberikan insight baru pada anda, jangan lupa meninggalkan komen. Jika ingin mengikuti artikel-artikel saya selanjutnya jangan lupa klik tombol ikuti atau subscribe.

Tinggalkan komentar