Kebanyakan cowok tentu pernah atau sering mikir kayak gini. “Enak ya jadi cewek, punya kekuatan milih”. Sedangkan cowok, harus jungkir balik bersimbah darah untuk mendapatkan perhatian cewek yang dia suka. Eh ujung-ujungnya ditolak juga. Pemikiran cowok yang seperti demikian memang wajar, karena cowok jarang meletakkan kakinya di sepatu cewek. Coba kita tengok, apakah cewek “seberuntung” itu?
Semua cowok pasti pernah merasakan ditolak. Cowok yang gak pernah ditolak adalah: (1) cowok yang good looking atau kaya banget (1 persen dari populasi), (2) cowok yang gak pernah nembak sama sekali, atau (3) cowok yang nembak satu cewek terus jadi pacar dan langgeng sampai jadi suami istri. Dengan demikian 95% populasi cowok pasti pernah ditolak. Dan ditolak itu traumatis banget sehingga menimbulkan pemikiran “betapa beruntungnya cewek bisa nolak-nolak semaunya aja”.
Sekarang kita renungkan, kenapa sih cewek tuh pilih-pilih banget dan maunya cuman sama cowok yang kriterianya rumit. Ya karena kebahagiaan cewek sejak pacaran atau menikah sampai dia meninggal, sangat terpengaruh sama cowok yang dia pilih. Bukannya gimana-gimana, cewek sefeminist apapun tetap masih butuh cowok yang bermutu kok untuk membuat hidupnya lebih enak untuk dijalani.
Cewek kalau salah pilih cowok bisa menderita selamanya. Serius. Selamanya. Misal dia nikah sama cowok yang abusive atau suka gaslighting, ya seumur hidupnya dia gak bahagia. Capek diabuse dan capek digaslighting. Kalau mau lepas dari pernikahan, juga gak segampang itu. Ya malu sama keluarga lah ya takut sama sanksi sosial lah.
Contohnya lagi masalah ekonomi. Bener sih, cewek bisa cari duit sendiri. Tapi kan tidak dipungkiri juga cewek semandiri apapun akan lebih bahagia kalau dibantu masalah cicilan, sekolah anak, perawatan diri, perawatan rumah, dll. Ketiadaan semua fasilitas itu juga akan sangat mempengaruhi kebahagiaan cewek. Terus mungkin ada cowok yang protes, “berarti kebanyakan cewek matre donk?”. Lha iya jelas. Kenapa kebanyakan cewek matre? Ya karena tidak ada larangan dan memang kehidupan cewek matre lebih terjamin daripada yang gak punya standar finansial tertentu untuk pasangannya.
Jadi dengan segala pertimbangannya, hampir semua cewek sepakat bahwa lebih baik ribet di depan dan pilah-pilih dengan kriteria yang rumit untuk menentukan pasangan hidupnya. Karena kalau salah pilih, urusannya bisa penderitaan yang tidak berkesudahan atau bahkan bisa mati muda. Coba kalau salah milih cowok yang ternyata punya potensi kekerasan dalam rumah tangga, bisa mati kan ceweknya.
Jadi kalau ditanya, apakah cewek sangat beruntung? Tinggal milih yang cowok suka sama dia. Terus membuang sisanya. Ah enggak juga. Karena ibarat perjudian, cewek selalu dihadapkan pada pilihan kucing dalam karung. Semua cowok juga selalu baik dan manis di awal. Cewek harus hati-hati banget dalam milih kalau ternyata cowok itu tidak sesuai dengan yang diiklankan di awal hubungan mereka. Ibaratnya, cewek selalu dihadapkan pada 10 potensi investasi dan 9 dari mereka adalah investasi bodong. Gimana coba perasaan yang demikian? Masih berpikiri bahwa cewek itu makhluk yang beruntung?
Terus pertanyaannya dibalik. Jika cewek tidak segitu enaknya, berarti cowok donk yang enak. Bisa nembak siapapun yang mereka mau? Ya enggak juga. Enggak seenak itu. Cowok akan selalu dibayangi penolakan sejauh mereka adalah cowok pada umumnya. Ibaratnya cowok ini adalah pencari kerja dengan dengan baju putih hitam dan selalu bawa amplop coklat. Walaupun nantinya diterima sama HRD, tetap saja bayang-bayang penolakan dan kesulitan selalu di depan mata.
Di situlah letak keadilan. Kalau masalah jodoh, level permainan cowok dan cewek tetap berimbang kok. Tidak ada yang beruntung banget dan tidak ada yang sial banget. Masing-masing ada kesulitan dan kemudahannya masing-masing.

Tinggalkan komentar