Penggunaan Kata “War” pada “Ticket War”: Jenius.

Hari ini tanggal 17 Mei 2023, saya juga mencoba peruntungan saya untuk mendapatkan tiket konser Coldplay di Jakarta untuk November nanti. Dan hasilnya, Zonk. Saya menggunakan dua device. Yang satu berhasil masuk antrian, tapi tombolnya selalu loading dan macet di situ. Device yang satu lagi sudah tidak tertolong, di layar tertulis “sudah ada 500.000 orang yang mengantri sebelumnya”. Hopeless. Tiba-tiba saya mempertanyakan diri saya sendiri. Tumben-tumbenan saya ikut antri tiket beginian? Saya menyalahkan fenomena ini pada kata “war” yang digunakan oleh promotor Coldplay di Indonesia.

Gara-gara kata war ini, saya dan jutaan orang lainnya menjadi terpacu adrenalinnya. Rasanya beneran ada pertempuran yang harus dimenangkan. Ini menjadikan kita menjadi was-was. Ada sebuah suasana kelangkaan yang menyeruak. Kalau saya tidak ikut bertarung, saya akan kehilangan kesempatan. Bahkan ketika ikut bertarungpun, ternyata saya juga kalah.

Ini bukan pertama kalinya saya (ingin) menonton artis internasional. Pada beberapa kesempatan sebelumnya, saya juga membeli tiket konser artis internasional lewat web resmi mereka. Dan proses pembeliannya biasa-biasa saja. Misal hari ini saya belum sempat beli tiketnya, ya besok masih bisa. Tidak ada perasaan tertekan atau terburu-buru. Ya seperti layaknya transaksi biasa.

Perasaan mengantri tikel Coldplay tadi pagi sangat berbeda. Ada perasaan seperti sedang memperjuangkan kehormatan keluarga. Bahkan ada perasaan seperti sedang membela negara. Pokoknya harus menang, jangan sampai kalah. Eh kalah juga. Menurut kabar yang beredar, puluhan ribu tiket yang dijual tadi pagi, ludes hanya dalam waktu 2 menit. Apa-apaan itu?

Ya intinya saya salut terhadap siapapun yang menciptakan istilah “war” ini. Saya sendiri malah terinspirasi. Suatu saat kalau saya sudah jadi motivator tingkat internasional, maka saya akan terapkan strategi marketing ini. Ticket War untuk menghadiri pelatihan Dr. Hendi Pratama. Wah wah wah. Terdengar sangat indah. Jika Tuhan mengizinkan, maka akan kesampaian. Amin.

Tinggalkan komentar