Netflix Lincoln Lawyer: Dua Mantan Istri yang Rukun

Jadi ceritanya saya lagi nonton Lincoln Lawyer season dua di Netflix karena kebetulan saya sudah nonton season yang pertama. Untuk masalah dilematika hukum dan serunya otak-atik pembelaan, tidak usah diragukan. Serial ini emang raja diraja serial tentang perlawyeran. Pencipta serial ini adalah David E. Kelley yang juga membesut karya-karya bertema lawyer seperti Ally McBeal dan Boston Practice. Jalan cerita Lincoln Lawyer tidak perlu saya ceritakan di sini. Saya takut jadi spoiler dan takut kuwalat disumpahin temen-temen yang belum nonton. Saya ingin fokus saja pada tokoh utama yaitu Mickey yang punya dua mantan istri yang rukun dan masih bersahabat satu sama lain.

Pada season 1 dan season 2, saya selalu ngakak kalau si Mickey mengangkat telpon dari mantan istrinya. Mantan istri yang pertama dinamai First Wife di hapenya. Mantan istri yang kedua dinamai? Yap betul. Second Wife. Itulah yang bikin ngakak. Terlebih lagi karena Mickey sebenarnya sekarang ini sudah menduda sehingga julukan First Wife dan Second Wife sama sekali tidak applicable pada situasi mereka.

Mantan Mickey yang pertama adalah seorang jaksa yang sukses bernama Maggie. Maggie sangat suportif terhadap karir Mickey yang seorang pengacara. Maggie berusaha sekuat tenaga memberikan dukungan kepada Mickey baik secara moril, jaringan maupun informasi. Terlihat dari berbagai episode, Maggie sangat peduli tentang keselamatan Mickey; dan sebaliknya Mickey tampak sangat masih menghormati mantan istrinya yang pertama. Terlebih lagi, mereka berdua memiliki anak perempuan yang beranjak dewasa. Mereka bekerja sama untuk membesarkan anaknya agar tidak terpengaruh negatif oleh perceraian mereka. Anak mereka, Hayley sangat menghormati mereka berdua dan tidak berat sebelah memihak salah satu dari mereka.

Mantan Mickey yang kedua adalah Lorna. Walaupun sudah bercerai, Lorna tetap mendampingi Mickey dalam menjalankan praktik pengacara. Bahkan Lorna masih bekerja di kantor Mickey dan menjadi supporter yang setia. Lorna sudah move on dan punya calon suami. Calon suami Lorna berteman baik dengan Mickey. Lorna juga tidak ada masalah dengan istri pertama Mickey. Lorna dan Maggie tidak bermusuhan dan juga berteman walaupun tidak terlalu akrab. Lorna juga sangat khawatir jika sesuatu yang buruk menimpa Mickey. Lorna juga berusaha sekuat tenaga untuk membuat praktik pengacara Mickey menjadi yang terbaik di LA.

Nilai Moral

Saya terkesan dengan situasi ini karena ternyata broken home atau perceraian ternyata bisa digambarkan dengan lebih manusiawi dan toleran. Hubungan pernikahan yang dulunya diawali dengan niat yang baik dan rasa cinta, seharusnya juga diakhiri dengan baik-baik jika memang terpaksa diakhiri.

Yang biasanya terjadi malah sebaliknya. Dua orang yang dulunya saling mencintai dan menghargai, ketika akhirnya memutuskan bercerai malah menjadi orang yang asing. Tidak lagi saling mendukung dan tidak lagi mengingat kebaikan satu sama lain. Orang yang dulunya saling mencinta malah sekarang menjadi orang yang saling memusuhi.

Anak dari Mickey dan Maggie, sangat menghormati kedua orang tuanya. Itu karena Mickey tidak menjelekkan Maggie di mata anaknya dan sebaliknya, Maggie tidak berusaha menjauhkan Hayley dari Bapaknya. Di kehidupan nyata yang terjadi malah sebaliknya (walaupun tidak seluruhnya). Orang tua malah ribut berebut hak asuh. Kemudian saling menjelekkan mantan pasangannya di mata anak. Harusnya anak ini bisa mendapatkan kasih sayang kedua orang tua (walaupun sudah cerai), akhirnya harus “terpaksa” memilih dan memihak salah satu.

Mengapa saya membahas ini?

Saya membahas serial ini karena saya sendiri adalah anak broken home. Orang tua saya berpisah ketika saya masih SMP (atau SD, karena ingatan saya samar-samar). Karena perceraian orang tua, saya sempat bingung tentang kondisi saya yang tidak sama dengan teman-teman yang lain.

Saya sangat salut pada ibu saya. Tidak ada sekalipun, ibu saya menjelekkan Bapak saya di hadapan saya. Bahkan ketika Bapak saya menikah lagi, Ibu saya tetap tidak pernah cerita jelek sedikitpun tentang Bapak saya. Mengutip kata-kata beliau “Mungkin Bapakmu bukan Suami yang baik, tapi beliau itu Bapak yang baik”.

Oleh karena itu, kalau boleh jujur, keadaan keluarga saya jauh membaik ketika putusan cerai sudah resmi dikeluarkan pengadilan. Sebelum bercerai, pertengkaran antara Ibu dan Bapak mewarnai hari-hari kami. Tapi setelah bercerai, Bapak dan Ibu saya malah seperti sahabat. Bercengkerama dan menyapa seperti sahabat lama. Mereka berdua memikirkan bagaimana solusi membesarkan dan mendidik saya dan adik saya. Walaupun tidak ideal, akhirnya saya dan adik saya bisa menerima kondisi yang terjadi.

Menonton serial Lincoln Lawyer ini, menjadi sedikit sentimental bagi saya. Karena serial ini mengingatkan saya pada pertanyaan saya waktu kecil “Nih orang-orang kok bisa ya, waktu menikah malah bertengkar melulu, tapi waktu udah cerai malah jadi rukun?” Dan pertanyaan itu masih terngiang sampai sekarang setiap saya melihat dua orang yang bercerai tapi malah rukun seperti di serial Lincoln Lawyer.

Kalau belum nonton ya nonton aja. Gak bakal rugi lah. Satu season hanya terdiri atas 10 episode dan tidak lebih panjang dari standar drakor yang berisi 16 episode. Gak kalah lah dari Vincenzo 🙂

Tanggapan

  1. Sischa Avatar

    assalamu’allaikum coach, cerita anda mirip sekali dgn alur kehidupanku, sama tumbuh dalam keluarga broken home, tp Alhamdulillah semua berjalan baik hingga kini aku dewasa dan berkeluarga.

    Suka

Tinggalkan komentar