Work and life balance semakin sering didengungkan baik di medsos maupun media massa. Rasanya orang-orang modern mulai menerima konsep itu. Artinya harus ada keseimbangan yang jelas antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Bahkan beberapa negara sekarang membuat peraturan yang melarang atasan untuk menghubungi bawahannya di luar jam kerja. Sepertinya work-life balance ini lama-lama akan menjadi nilai universal. Sayangnya ada satu orang tokoh terkenal yang diduga dilengserkan dari perusahaannya gara-gara terlalu santer mendengungkan work-life balance. Kok bisa?
Tokoh itu bernama Laxman Narasimhan, yaitu CEO Starbucks yang baru menjabat satu tahun. Memang sih, tidak ada pernyataan resmi yang menyatakan bahwa CEO itu dilengserkan karena dia membela work-life balance. Tapi kabar yang beredar memang seperti itu. Terlebih lagi, memang Laxman sangat getol tampil di berbagai wawancara dan mengulang-ngulang pentingnya work and life balance.
“Saya tidak akan mau bekerja di atas jam 6 sore, kalau tidak benar-benar darurat. Keluarga saya juga membutuhkan saya” Ucapan beliau ini sangat viral di mana-mana dan netizen sangat suka dengan pendapat beliau ini.
Sayangnya dewan komisaris Starbucks tidak terlalu happy dengan ideologi ini. Terutama karena saat ini Starbucks sedang mengalami penurunan penjualan yang luar biasa. Bisa jadi karena faktor politik internasional (you know lah kira-kira tentang apa) dan juga mungkin faktor-faktor lain yang mempengaruhi penjualan yang nyungsep. Dewan komisaris merasa bahwa, saat ini bukan saat yang tepat untuk mikirin Work-Life balance.
Mereka akhirnya menemukan pengganti yang sepertinya lebih giat yaitu CEO dari Chipotle, Brian Niccol. Penggantinya ini dianggap lebih ambis daripada Laxman dan cocok untuk memperbaiki kinerja perusahaan saat ini. Sebelumnya, di Chipotle, Brian Niccol sudah menunjukkan bahwa dia bisa mentransformasi Chipotle dari biasa-biasa saja, menjadi perusahaan yang sangat menguntungkan.
Kesimpulannya apa?
Intinya bahwa KPI perusahaan belum tentu cocok dengan KPI dengan hidup anda. Cari perusahaan yang KPI nya cocok dengan lifestyle anda. Atau? Yah terpaksa deh, sesuaikan lifestyle anda dengan KPI perusahaan. Kalau perusahaan dan anda sama-sama tidak mau mengalah ideologinya, maka yang terjadi adalah perpisahan. Bye-bye Pak Laxman. Tapi kalian jangan bersedih, pesangonnya Pak Laxman tetap jutaan dolar kok.


Tinggalkan komentar