Menemukan Arti Kerja: Membangun Passion dan Tujuan di PT Medco Energi

Beberapa waktu lalu, saya mendapat kesempatan luar biasa untuk berbagi di hadapan para profesional PT Medco Energi — salah satu perusahaan energi terbesar di Indonesia yang beroperasi di berbagai sektor strategis.
Sesi ini saya beri judul “Consolidating Dreams, Passions, and Corporate Advancement”, sebuah topik yang lahir dari renungan sederhana: bagaimana seseorang bisa tetap bersemangat di tengah tekanan kerja tinggi dan tuntutan hasil yang konstan.

Pelatihan ini tidak hanya membahas tentang motivation atau career planning, tetapi tentang merancang kehidupan profesional dengan arah dan makna.
Karena di balik keberhasilan korporasi, selalu ada individu yang belajar menemukan keseimbangan antara mimpi pribadi dan kontribusi profesional.


Manusia Tidak Lahir dengan Buku Manual

Saya memulai sesi dengan kalimat yang mengundang tawa sekaligus perenungan:

“Sayangnya, manusia tidak lahir dengan buku panduan.”

Pesan sederhana ini menggambarkan bahwa kita semua sedang “meraba” kehidupan dan karier dengan pengalaman, intuisi, dan keberanian mencoba.
Bahkan di perusahaan besar seperti Medco, setiap orang — dari staf muda hingga eksekutif senior — memiliki momen di mana mereka bertanya:

“Apakah saya masih di jalur yang benar?”

Saya mengajak peserta memahami bahwa kebingungan bukan tanda kelemahan, melainkan sinyal bahwa kita sedang tumbuh.
Setiap kali seseorang mempertanyakan arah hidup dan kariernya, itu artinya mereka sedang naik satu level kesadaran.


Kebahagiaan Adalah Reaksi Kimia

Bagian berikutnya saya isi dengan pembahasan ilmiah ringan: bahwa kebahagiaan sesungguhnya adalah hasil dari reaksi kimia di otak.
Kita merasa bahagia ketika hormon seperti dopamin, serotonin, oksitosin, dan endorfin bekerja seimbang.
Namun, yang menarik bukan sekadar fakta biologisnya — melainkan kesadaran bahwa kita bisa mengatur ulang kebiasaan yang memicu reaksi kimia positif itu.

Kami mendiskusikan contoh sederhana:

  • Menyapa rekan kerja dengan tulus.
  • Mengucapkan terima kasih setelah meeting.
  • Mengakui keberhasilan tim tanpa takut kehilangan sorotan.

Kebahagiaan ternyata bisa “didesain.” Dan organisasi yang cerdas adalah yang menciptakan lingkungan kerja yang memberi ruang bagi kebahagiaan untuk tumbuh.


Menemukan Ikigai: Antara Passion dan Kebutuhan Dunia

Sesi kemudian beralih ke topik yang menjadi favorit saya: Ikigai.
Konsep dari Jepang ini membantu seseorang menemukan titik temu antara apa yang dicintai, apa yang dikuasai, apa yang dibutuhkan dunia, dan apa yang memberi nilai ekonomi.

Saya mengajak peserta untuk menggambar empat lingkaran di kertas kerja mereka, lalu menulis isi tiap lingkaran dengan jujur.
Beberapa peserta menulis “mengajar”, “berbagi”, “menulis”, sementara lainnya menulis “mendesain sistem”, “mengembangkan orang lain”, dan “memecahkan masalah teknis”.
Kami kemudian mendiskusikan di mana letak “titik tumpang tindihnya.”

Saya katakan,

“Kalau Anda menemukan ikigai Anda, pekerjaan tidak lagi terasa sebagai beban. Ia berubah menjadi bentuk kontribusi yang menyenangkan.”

Ikigai bukan soal gaji atau jabatan, tetapi tentang menemukan keselarasan antara diri dan dunia kerja.


Menetapkan Target Jangka Pendek, Menengah, dan Panjang

Selanjutnya, kami membahas tentang pentingnya memiliki struktur impian.
Saya menyebutnya “tiga horizon waktu”:

  1. Target jangka pendek – hal-hal yang bisa dicapai dalam hitungan bulan.
  2. Target jangka menengah – hal yang menantang tapi realistis, dalam 2–3 tahun.
  3. Target jangka panjang – arah besar hidup dan karier yang ingin dicapai.

Banyak orang merasa stagnan bukan karena malas, tetapi karena tidak punya horizon waktu yang jelas.
Ketika semuanya terasa mendesak, kita kehilangan makna; tetapi ketika semuanya terasa jauh, kita kehilangan urgensi.
Kuncinya adalah keseimbangan antara keduanya — bergerak cepat tanpa kehilangan arah.


Mengenali Diri: Kepribadian dan Pola Pikir

Kami juga membahas pentingnya self-awareness dengan pendekatan psikologi kepribadian.
Saya bertanya kepada peserta:

“Apakah Anda tahu gaya komunikasi Anda sendiri? Apakah Anda tahu bagaimana cara Anda bereaksi terhadap tekanan?”

Diskusi berkembang ke arah DISC dan OCEAN Personality Framework — mengenali apakah kita cenderung dominan, stabil, analitis, atau persuasif.
Banyak peserta tersenyum saat menyadari mengapa selama ini mereka sulit “klop” dengan rekan tertentu — bukan karena perbedaan visi, tapi karena perbedaan gaya komunikasi.
Saya menegaskan bahwa inovasi dan kolaborasi hanya bisa lahir dari pemahaman lintas gaya dan lintas ego.


SMART Goals dan Kolaborasi Kompetitif

Menjelang sesi akhir, kami membahas prinsip SMART Goals — tetapi dengan pendekatan yang lebih manusiawi.
Saya menyebutnya “How to Be Smart in SMART”: bukan hanya Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-bound,
tetapi juga Meaningful, Adaptive, Responsible, dan Transformative.

Kami meninjau pula bagaimana kompetisi dan kolaborasi bisa hidup berdampingan.
Saya menutup dengan kisah inspiratif dari dunia basket: Muggsy Bogues, pemain NBA bertinggi hanya 160 cm, yang mampu menembus liga raksasa karena ia tidak bersaing untuk menjadi tinggi, tetapi berinovasi dengan kecepatannya.
Pesannya jelas:

“Kita tidak perlu menjadi seperti orang lain untuk sukses. Kita hanya perlu menemukan versi terbaik dari cara kita sendiri.”


Refleksi dan Penutup

Pelatihan di PT Medco Energi meninggalkan kesan mendalam bagi saya.
Para peserta menunjukkan semangat yang luar biasa — disiplin khas profesional dunia energi, tetapi tetap terbuka terhadap nilai-nilai reflektif dan kemanusiaan.
Diskusi berjalan hangat, penuh tawa, dan sesekali hening ketika topik menyentuh sisi pribadi.

Saya menyadari bahwa di balik mesin dan data, dunia korporat tetap digerakkan oleh manusia yang punya mimpi.
Dan tugas saya sebagai educator adalah membantu mereka menyatukan antara mimpi pribadi, passion, dan tujuan korporat.

Jika perusahaan Anda ingin menghadirkan pelatihan pengembangan diri dan komunikasi profesional dengan pendekatan humanistik dan ilmiah,
silakan hubungi kami di www.edutrans.id.
Kami membantu individu dan organisasi menemukan cara bekerja yang tidak hanya produktif, tapi juga penuh makna.


Dr. Hendi Pratama
Leadership Communication Educator & Founder EDUTRANS.ID

Tinggalkan komentar