Income “Alternatif” Dosen. (Bukan Pesugihan)

Saya baru saja mendapat DM dari dosen perempuan yang masih muda. Heiii. Bukan DM yang aneh-aneh yang seperti kalian pikirkan. Tapi sebuah DM yang menurut saya mengandung pertanyaan yang sangat tulus. Berikut adalah screenshot dari pertanyaan beliau. Saya sudah minta izin untuk menayangkan secara anonim.

Pertanyaan ini tampak sederhana, tapi jawabannya tidak sederhana. Karir dosen begitu panjang. Jika kalian dosen non-profesor maka akan pensiun pada umur 65 dan jika profesor bisa sampai 70 tahun. Bandingkan dengan profesi-profesi lain, maka dosen adalah profesi dengan umur pensiun formal yang tertua.

Wajar jika seorang dosen muda menanyakan tentang strategi menambah income karena dengan durasi karir sepanjang itu, karena secara umum kita bisa melihat ada dosen yang sejahtera, sangat sejahtera dan kurang sejahtera. Maka saya putuskan untuk menjawab pertanyaan ini secara serius. Saya sendiri adalah dosen yang dalam kategori sejahtera, jadi tidak bisa mewakili golongan “sangat sejahtera” hehehe. Tapi mungkin tips-tips dari saya bisa digunakan sebagai pertimbangan.

So here we go, beberapa income “alternatif” dosen yang bisa menambah kualitas kesejahteraan dosen.

Kenaikan Pangkat dan Sertifikasi Dosen

Saya katakan pangkat dan sertifikasi dosen sebagai income alternatif karena nyatanya banyak juga dosen-dosen yang tidak mengurus pangkat dan sertifikasi dosen. Padahal, sertifikasi dosen termasuk “free money”. Wkwkwkwk. Maafkan hiperbola saya. Jika anda mengurus sertifikasi dosen maka gaji pokok langsung didobel. Biasa terima 3 juta jadi 6 juta. Ya gimana gak free money coba? Jadi untuk anda wahai dosen muda, jangan menunda-nunda ngurus sertifikasi dosen.

Untuk urusan pangkat sama saja. Dosen tidak diberkahi kenaikan pangkat reguler. Dosen sejatinya harus mengurus kenaikan pangkat dengan mengumpulkan angka kredit. Teorinya seorang dosen bisa naik pangkat setiap 2 tahun sekali. Dari tenaga pengajar, asisten ahli, lektor, lektor kepala kemudian profesor. Setiap kenaikan pangkat akan diikuti kenaikan penghasilan. Sayangnya, masih banyak dosen yang “malas” mengurus pangkat. Ya akhirnya udah puluhan tahun, masih stuck di pangkat dan penghasilan yang sama. Wahai dosen muda, uruslah pangkatmu secara reguler.

Jadi Pejabat Kampus

Jadi pejabat kampus adalah sumber pendapatan alternatif. Banyak yang menghindari kesempatan ini. Banyak juga yang mencibir. Wajar. Namanya juga berbau politik pasti mengundang pro dan kontra. Saya katakan alternatif karena jumlah dosen yang jadi pejabat kan tidak banyak.

Sayangnya, bonus pejabat kampus tidak bisa diabaikan. Bonus bisa berupa biaya perjalanan dinas, uang lembur, uang rapat, uang pendampingan dll. Semakin tinggi jabatannya semakin tinggi pemasukannya (dan tanggung jawabnya)

Dosen muda bisa mengawali dengan jabatan-jabatan yang lower manajemen dulu seperti staf ahli, tim ahli, tim khusus, kepala lab dsb. Kalau sudah 5 tahun bekerja sudah bisa mulai mencoba jadi kajur, kepala UPT dan wakil dekan. Kalau sudah 10 tahun mungkin sudah mulai mengarah ke Dekan, Wakil Rektor atau Rektor. Tapi saya ingatkan sejak dini ya, pendapatan alternatif ini juga diikuti dengan risiko politik yang sesuai dengan jabatannya.

Penelitian dan Pengabdian

Penelitian dan pengabdian di kampus memiliki potensi pendanaan yang besar. Ada yang didanai kampus. Ada yang didanai pemerintah. Ada yang didanai swasta. Jika anda serius dalam penelitian maka income tambahan semakin besar sesuai dengan tingkat kerumitan penelitian anda. Di dalam komponen dana penelitian ada honor peneliti yang diperbolehkan oleh peraturan. Jika penelitian anda terbit di Scopus, ada bonus tambahan menanti anda. Bonus penerbitan Scopus ada di angka sekitar 5 juta sampai 40 juta per publikasi tergantung Q berapa dan tergantung kebijakan kampus anda.

Menjadi Konsultan

Ilmu anda mungkin dibayar murah di kelas. Wkwkwkwk. Maafkan bahasa saya tapi riilnya gitu. Saya pernah mengajar di kampus swasta dibayar 75 ribu setiap hadir di kelas. Tapi ilmu kita jadi mahal ketika kita sudah bertitel konsultan. Teman saya punya keahlian project management dapat income tambahan minimal 15 juta per bulan saat mengerjakan project. Saya dulu di tahun 2013-2015 juga jadi sekretaris proyek Islamic Development Bank dan mendapat tambahan pemasukan per bulan. Jangan khawatir, legal kok asal ada surat-suratnya. Btw, mungkin dalam kasus tertentu namanya jadi tim ahli atau saksi ahli ya karena ada beberapa pekerjaan tertentu yang melarang ASN jadi konsultan. Kalau dosen swasta atau non ASN bebas. Silakan jadi konsultan sesuai bidang anda.

Punya Bisnis

Dosen diperbolehkan punya bisnis di luar kampus. Ada dua jenis bisnis utama yang dijalankan dosen. Bisnis yang masih ada hubungannya dengan perdosenan dan bisnis yang di luar bidang perdosenan.

Bisnis yang masih berhubungan dengan perdosenan misalnya jasa penerjemahan, jasa kursus, bangun sekolah atau kampus sendiri, jasa proof reading, jasa penelitian dan penulisan artikel, dll. Intinya masih berbau akademik dan perkampusan.

Bisnis yang tidak berhubungan dengan perdosenan misalnya punya toko (online atau offline), punya klinik atau apotek, punya Production House dan lain-lain.

Untuk dosen yang punya bisnis mentalnya harus kuat. Dinyinyiri dosen lain yang merasa anda terlalu hedon atau tidak fokus mengajar. Saya punya teman dosen umur mendekati 30-an mobilnya selalu baru. Dosen-dosen senior nyinyir. Padahal dia tidak salah apa-apa, hanya punya beberapa butik saja. Anda harus sabar dan kuat. Serta jangan menyepelekan kewajinan dosen anda. Pekerjaan dosen beres dan bisnis juga jalan.

Menjadi penceramah

Menjadi penceramah juga lumayan memberi pemasukan yang signifikan. Bayangkan kalau anda bisa jadi penceramah terkenal seperti Prof. Rhenald Kasali. Anda akan terbang ke sana kemari untuk berbagi ilmu. Hobi anda berbagi ilmu dan anda masih diganjar dengan honor yang lumayan.

Langkah awal yang perlu anda lakukan adalah mulai kaitkan keilmuan anda dengan keresehan dan kebutuhan masyarakat. Mulai pelajari hal-hal yang ngetrend di masyarakat. Perkuat kaitan antara teori yang anda kuasai dengan aplikasi penerapannya di masyarakat.

Menjadi Influencer atau Konten Kreator.

Ehm. Kok kayaknya saya lagi ngomongin diri sendiri. Wkwkw. Menjadi konten kreator adalah upaya dosen untuk menambah jumlah mahasiswa. Yang biasanya ceramah hanya didengarkan 30 orang, kita jadi punya audiens ribuan orang atau bahkan jutaan orang. Bonusnya? Ya bisa berupa endorse dan undangan mengisi podcast atau acara TV. Ya lumayan lah. Belum lagi kalau kita punya produk atau jasa yang dijual maka semakin mudah untuk diterima massa. Kita bisa mendistribusikan online course atau buku tulisan kita sejalan dengan meningkatnya influence kita.

Beasiswa S3

Hampir saja ketinggalan. Beasiswa S3 terutama di LN bisa menghasilkan ratusan juta melalui teknik bernama pengiritan dan kerja sambilan. Syaratnya adalah Skor IELTS (3 Jutaan), LoA, izin pimpinan dan lolos seleksi beasiswa. Selamat mencoba.

JADI UNTUK DOSEN JUNIOR SAYA. Janganlah dikau khawatir dengan masa depanmu. Saya juga pernah jadi seperti kamu 10 tahun yang lalu. Saya jalani dengan prinsip “yen gelem obah, yo ora bakal mati”. Artinya, “kalau mau selalu bergerak dan tidak menyerah, kita tidak akan mati tanpa rezeki”. Untuk para pembaca yanfg melihat artikel ini sebagai artikel materialistis, saya minta maaf, kan saya cuma jawab pertanyaan follower. Yang tertarik artikel saya yang lebih transedental bisa cek tulisan saya yang lain.

Salam hormat,

Hendi Pratama, Founder EDUTRANS.ID

Tanggapan

  1. Herry Avatar

    Anda benar hanya menerapkan bisnis sesuai perlu kecermatan

    Suka

  2. kiasign Avatar

    Terimakasih Pak Hendi..
    Artikel yang Anda tulis ini, sangat memotivasi saya yang saat ini sedang merasakan kegundahan dalam mengejar karir sebagai dosen muda🥲🙏🏻

    Alhamdulillah, berkat tulisan bapak.. saya jadi terinspirasi dan makin semangat untuk terus belajar dan mencari income tambahan sebagai dosen muda.

    Suka

    1. Hendi Pratama Avatar

      Terima kasih atas respon yang sangat positif

      Suka

Tinggalkan komentar